Archive Page 2

2.5 Belenggu-Belenggu Menulis

* Apabila Sampeyan mampu berpikir, pasti mampu ‘menuangkannya’.
Menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan, itulah menulis.
Begitu mudahnya.

Kalau ada yang bertanya tentang   bagaimana cara menulis, jawaban standar saya: “Menulis itu gampang”.  Begitu kata Arswendo Atmowiloto, penulis yang saya kagumi. Bagi saya, mudah, sangat mudah malahan.
 
Memang secara teknis susah dicerna. Bisa pula terkategori kontroversial dan debatable. Wong jelas-jelas menulis itu susah. Faktanya, banyak orang ingin menulis tentang banyak hal, tapi tidak jadi-jadi. Menulis sebatas menjadi angan-angan belaka. Continue reading ‘2.5 Belenggu-Belenggu Menulis’

2.6 Pendidikan Menulis, Buat Apa?

* Kalau berkehendak menjadi penulis, tidak perlu berguru pada siapa pun.
Guru menulis sesungguhnya adalah diri kita masing-masing.
Tulis apa yang hendak ditulis, jadilah tulisan.

Suatu kali, atas permintaan Daud Pamungkas, Saya dan Erwin Dede Nugroho diminta menjadi dosen tamu mata kuliah Menulis Kreatif pada PSP Bahasa Indonesia FKIP Unlam. Permintaan Daud, entah karena kami sama-sama penulis atau pemred media cetak atau karena temannya, tidak tahulah. Saya antusias, bukan hendak menggurui, tetapi memotivasi. Continue reading ‘2.6 Pendidikan Menulis, Buat Apa?’

Bab 3

Bab 3
Proses Kreatif Menulis Sangat Mudah

3.1 Menulis dengan Gembira

* Setiap orang terlahir dengan potensi tidak terbatas, born to be genius.
Gunakan potensi, banyak membaca, tulis apa yang dipikirkan,
jadilah tulisan. Begitu nyamannya.

Menulis, tidak usah diperbincangkan dan diperdebatkan lagi, adalah proses kreatif yang bermula dari berpikir. Awalnya bisa jadi dari ‘berpikir’ itu sendiri, atau ketika otak merespon atau terpaksa merespon ‘sesuatu’. Menulis berawal dari ‘kerja’ otak.
 
Sudah dapat dipastikan, setiap saat otak kita bekerja dalam tugasnya sebagai ‘pusat’ kendali aktivitas. Sampai-sampai dikatakan, ketika kita tidurpun otak tetap bekerja. Selama otak bekerja dan atau dipekerjakan Sampeyan pasti bisa menulis. Kenapa? Continue reading ‘3.1 Menulis dengan Gembira’

3.2 Proses Kreatif: Menulis Sangat Mudah

Proses kreatif itu ada di diri masing-masing. Apa yang ada di pikiran,
di sekeliling kita, dapat dijadikan pemicu proses kreatif. Tulis, tulis, dan tulis. Makin banyak menulis makin kreatiflah Sampeyan.

Buku Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang dieditori Pamusuk Eneste sangat berpengaruh pada sikap saya terhadap menulis. Buku Proses Kreatif I dibeli di Pameran Buku Nasional Jogja, 9-2-1983, seharga Rp2.400 dan Proses Kreatif II Rp3.700,00. Kalau tidak salah, baru menerima honor tulisan ‘Guru Yang Humoris’ dari Sinar Harapan, Rp40.000,00. Honor sebagai guru SMA Marsudi Luhur Jogja ketika itu Rp750 per jam pelajaran. Continue reading ‘3.2 Proses Kreatif: Menulis Sangat Mudah’

3.3 a Menitikkan Air Mata Rindu Allah

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

Secara agamis, pemahaman dan prakteknya, mungkin saya tidak baik-baik amat. Belajar agama dari kecil di surau, masuk PGAN, kuliah ke IKIP Padang, IKIP Yogya, UGM, dan UPI (IKIP) Bandung, akhirnya lebih tertarik ke tataran filsafat agama. Pengetahuan agama adalah, tapi ‘keresahan batin’ tak terpungkiri.
 
Ada pertanyaan dasar yang susah dijawab, tentang Allah itu sendiri, siapa dan dimana gerangan Dia, kenapa dan mengapa, dan untuk apa mencipta, dan hal hakiki lainnya. Memang dari kecil sudah dipasok, Allah dan Islam itu keyakinan, tapi saya terlalu banyak belajar logika, sampai bertahun-tahun mengajar logika di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin. Hidup dan kehidupan seolah terbelenggu logika, rasionalitas. Continue reading ‘3.3 a Menitikkan Air Mata Rindu Allah’

3.2 Menulis Pengalaman Mengesankan

* Pengalaman mengesankan sangat mudah ditulis dan akan menyentuh tidak saja lubuk hati Sampeyan tetapi terlebih pembaca.
Menulisnya begitu mudah.

Dapat dipastikan, Sampeyan pernah mengikuti pendidikan, pelatihan, loka karya, atau apapun namanya. Kegiatan semacam itu tentu saja ‘membuahkan’ pengalaman. Bisa menyenangkan bisa pula menyebalkan. Tergantung respon Sampeyan. Continue reading ‘3.2 Menulis Pengalaman Mengesankan’

3.4 a Pengadilan Oemar Bakry

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

Siang itu, suasana ruang sidang pengadilan negeri Bhanzarbaro begitu mencekam. Sidang yang dipimpin hakim ketua Ratul, S.H dengan hakim anggota Rapal, S.H dan Rupil, SH, M.H, semula diprediksi berjalan mulus. Pada sidang sebelumnya, Oemar Bakry, S.Pd. sebagai tertuduh tidak pernah membantah BAP yang diajukan kejaksaan berdasarkan penyidikan kepolisian. Continue reading ‘3.4 a Pengadilan Oemar Bakry’

3.4 Bacaan Menyentuh Qalbu

*Bacaan yang mengesankan dan menyentuh qalbu merangsang ide baru manakala dimemenej dengan baik, dan … bisa menjadi tulisan sangat bagus. Menulisnya pun begitu sangat mudah.

Ketika kita membaca suatu tulisan, apalagi menarik, tentu akan  menimbulkan kesan tertentu. Kalau sangat menyentuh dapat ‘merangsang’ sesuatu ‘yang ada’ di diri kita. Lalu, menjadi ide untuk menjadi tulisan.
 
Alkisah, suatu ketika saya terasyik membaca buku Rhenald Kasali, Change! (2005). Walaupun  diperuntukkan bagi kalangan ‘bisnis’ pada dasarnya mengirim pesan, kalau ingin maju, lakukanlah perubahan. Perubahan ke arah lebih baik tentunya. Berbagai contoh diketengahkan. Yang paling memantik dan menyentuh saya, justeru tip di halaman 360-363. Rhenald rupanya mendapat penghargaan Satyalencana pengabdian 10 tahun sebagai PNS. Katanya, itu adalah lencana  pengabdian. Continue reading ‘3.4 Bacaan Menyentuh Qalbu’

3.5 a Oleh-Oleh Buat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kalimantan Selatan (Banjarmasin) hari ini, dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an 1426 H. secara nasional, sungguh sangat mengembirakan. Bukan saja membuat masyarakat Kalsel merasa ‘tersanjung’ tetapi terlebih, bersilaturrahmi di bulan penuh berkah, bulan Ramadhan, disamping menunaikan ikatan agamis sekaligus pertanda makin mengentalnya kebersamaan pemimpin dan rakyat. Mudah-mudahan bermuara saling memamahami dan berkompakria, berbulat tekad membangun negeri tercinta. Continue reading ‘3.5 a Oleh-Oleh Buat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono’

« Previous PageNext Page »